Kebidanan = SPP tingkat 1.2,3 = 2,000,000 -1,750,000 -1,500,000
uang praktek = 1,500,000
sumbangan tingkat 1,2,3 = 30,000,000- 23,500,000 -17,000,000
Irwansyah-Zaskia Seminggu Pertama Tidak Keluar Kamar
Pasutri yang belum lama menikah ini, Irwansyah dan Zaskia sangat menikmati masa-masa pernikahan mereka. Bahkan, dengan nada bercanda, hingga satu minggu mereka tidak meninggalkan kamar. "Iya seminggu pertama nggak keluar," ujar Zaskia sambil tersenyum malu di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (12/2/2011).
Pasangan yang baru seumur jagung itu juga menjelaskan jika sudah mengetahui kepribadian buruk masing-masing. Dan itu dijadikan mereka sebagai pondasi lebih mempererat tali kasih diantara mereka. "Alhamdulilah gak ada yang bikin kita cekcok," ujar Irwansyah.
Saat ditanya apa kebiasaan buruk masing-masing pasangan, Zaskia tak sungkan bercerita tentang suaminya. "Kalo untuk urusan tidur dia masuk kriteria lah dia nggak ngorok, cuma kamu (Irwansyah) suka kentut," ujar Zaskia seraya tertawa. Irwansyah yang mendengar hal itu hanya tersenyum. Untunglah Irwan tak terpacing untuk mengungkapkan kejelekan sang istri. (Deva).
KOMPILASI AYAT AL-QURAN TENTANG ALQURAN
BIOLOGI ONLINE
EVOLUSI, TEORI EVOLUSI, DAN TEORI DARWIN
Evolusi sebagai Fakta
- A gradual process in which something changes into a different and usually more complex or better form2.
- Perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit)”3.
Evolusi sebagai Teori
Darwin dan Evolusi
- Evolusi itu sendiri. Teori ini menyatakan bahwa dunia tidaklah konstan atau baru saja tercipta dan tidak pula bersiklus (melingkar), melainkan terus berubah, dan bahwa organisme mengalami transformasi (perubahan) dalam perjalanan waktu.
- Asal usul yang sama (common descent). Teori ini menyatakan bahwa setiap kelompok organisme diturunkan (berasal) dari moyang yang sama, dan bahwa semua kelompok organisme akhirnya dirunut balik ke satu asal kehidupan di bumi.
- Perbanyakan spesies. Teori ini menjelaskan tentang asal mula keanekaragaman makhluk hidup yang amat besar, melalui perpecahan menjadi spesies-spesies anak ataupun ‘pertunasan’, yaitu terbentuknya populasi pendiri yang terisolasi geografis dan akhirnya berkembang menjadi spesies baru.
- Gradualisme. Menurut teori ini perubahan evolusioner terjadi melalui perubahan populasi secara bertahap, bukan dengan dihasilkannya individu baru secara mendadak yang merupakan tipe baru.
- Seleksi alami (Natural Selection). Menurut teori ini perubahan evolusioner tercapai melalui produksi berlimpah variasi di setiap generasi. Sedikit individu yang bertahan hidup, berkat karakter-karakter terwariskan yang lebih adaptif, menurunkan generasi selanjutnya.
-
- Pengamatan 1: Kecenderungan populasi untuk bertambah besar, dengan peningkatan secara geometrik, karena potensi reproduksi organisme yang sangat tinggi.
-
- Pengamatan 2: Kenyataannya, jumlah individu dalam populasi kurang lebih konstan.
-
- Kesimpulan 1 : Adanya ‘struggle for existence’ alias ‘struggle for survival’
-
- Pengamatan 3 : Organisme bervariasi.
-
- Kesimpulan 2 : Adanya ‘natural selection’ alias ‘survival of the fittest’.
Sintesis Modern
- Populasi mengandung variasi genetik yang muncul melalui mutasi acak (artinya tidak terarah secara adaptif) dan rekombinasi.
- Populasi berevolusi dengan perubahan-perubahan dalam frekuensi gen akibat random genetic drift, gene flow, dan khususnya seleksi alami.
- Sebagian besar varian genetik mempunyai pengaruh fenotipe yang kecil sehingga perubahan fenotipe terjadi bertahap.
- Diversifikasi terjadi melalui spesiasi, yang normalnya melibatkan berkembangnya secara bertahap isolasi reproduksi di antara populasi-populasi.
- Proses-proses tersebut, yang terus berlangsung dengan cukup lama, membuahkan perubahan-perubahan yang cukup besar untuk membenarkan ditetapkannya taraf-taraf taksonomik yang lebih tinggi (genus, famili, dst.)
Seleksi Alami
- Variasi di antara individu-individu dalam hal suatu sifat tertentu (variasi fenotip)
- Hubungan yang konsisten antara sifat itu dengan kemampuan reproduksi dan kelangsungan hidup (variasi fitness)
- Hubungan yang konsisten, untuk sifat itu, antara tetua dan keturunannya; hubungan itu setidaknya secara parsial tidak tergantung pada efek lingkungan (pewarisan sifat)
- Distribusi frekuensi sifat itu akan berbeda di antara kelompok-kelompok umur atau tahap-tahap sejarah-hidup, dan perbedaan itu tidak sesuai dengan yang diramalkan berdasarkan ontogeni (pertumbuhan dan perkembangan).
- Apabila populasi tidak dalam keadaan setimbang, distribusi sifat itu di dalam semua keturunan dalam populasi akan berbeda dari distribusinya di dalam semua tetua, tidak sesuai dengan yang diramalkan berdasarkan kondisi (a) dan (c) saja.
Genetic Drift
Mutasi
Gene Flow/Migration
Penutup
Bahan pengawet pada makanan
Yang dimaksud BTP Pengawet adalah bahan tambahan pangan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian dan perusakan lainnya terhadap pangan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh fungi, bakteria dan mikroba lainnya.
Kontaminasi bakteria dapat menyebabkan penyakit yang dibawa makanan (food borne illness) termasuk botulism yang membahayakan kehidupan.
Pengawet pangan adalah upaya untuk mencegah, menghambat pertumbuhan mikroba yang terdapat dalam pangan. Pengawetan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu penggunaan suhu rendah, suhu tinggi, iradiasi atau dengan penambahan bahan pengawet (BTP Pengawet). Produk-produk pangan dalam kemasan yang diproses dengan panas atau disebut sterilisasi komersil seperti kornet dalam kaleng atau susu steril dalam kemasan tetrapak tidak menggunakan bahan pengawet karena proses termal sudah cukup untuk memusnahkan mikroba pembusuk dan patogen.
Produk-produk ini akan awet lebih dari setahun meskipun disimpan pada suhu kamar. memang ada produk pangan dalam kemasan yang menggunakan bahan pengawet, misalnya sambal, selai dan jem dalam botol.
Kedua jenis produk ini setelah dibuka biasanya tidak segera habis, sehingga supaya awet terus pada suhu kamar maka produk ini membutuhkan bahan tambahan pangan pengawet.
Ciri-ciri Pangan Rusak
Pangan dinyatakan mengalami kerusakan jika telah terjadi perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki dari sifatnya. kerusakan dapat terjadi karena kerusakan fisik, kimia atau enzimatis. Namun secara umum, kerusakan pangan disebabkan oleh berbagai faktor dimana salah satunya adalah tumbuhnya bakteri, kamir atau kapang pada pangan yang dapat merusak protein sehingga mengakibatkan bau busuk, dan juga dapat membentuk lendir, gas, busa, asam ataupun racun.
Tanda-tanda kerusakan yang dapat terjadi pada pangan :
Buah-buahan dan sayuran.
Selama proses penanaman pemanenan, penyimpanan, dan pengangkutan ke pasar, buah dan sayuran berpeluang terkontaminasi bahan kimia pertanian seperti residu pestisida, antibiotik pertanian, pupuk dan bahan perangsang tumbuh. Karena itu sebelum diolah dan dikonsumsi, buah dan sayuran harus dicuci terlebih dahulu dengan air bersih.
Kerusakan yang sering terjadi adalah karena benturan fisik, serangan serangga dan serangan mikroorganisme. Buah dan sayuran yang rusak terlihat busuk, berubah warna dan rasa, serta berlendir.
Daging segar merupakan media yang ideal bagi pertumbuhan bakteri karena daging mengandung zat nutrien dan air dalam jumlah cukup serta pH sedang. Mikroba yang terdapat dalam tubuh atau daging hewan berasal dari lingkungan hidup seperti dari pakan atau air. Mikroba masuk ke dalam tubuh hewan melalui saluran pencernaan. Agar kita terhindar dari penyakit, mikroba patogen yang berkembang biak dalam potongan daging dimusnahkan terlebih dahulu.
Caranya tak lain sebelum dimakan, daging atau bahan pangan yang mengandung daging harus dimasak dengan sempurna. Jadi, daging mudah rusak karena kandungan nutrisi dan kadar airnya tinggi. Kerusakan daging ditandai dengan perubahan warna, bau, dan berlendir.
Ikan dan kerang dapat menjadi media perantara bagi mikroba patogen (seperti Vibrio) dan parasit (seperti cacing pipih) yang dapat menginfeksi manusia. Bibit penyakit ini berasal dari lingkungan alami ikan, terutama lingkungan air yang terkontaminasi oleh kotoran penderita penyakit kolera.
Bakteri Vibrio tidak menyebabkan diare tetapi mengakibatkan terjadinya infeksi di saluran pencernaan yang bersifat parah dan bisa mengancam nyawa.
Untuk memperkecil resiko terkena penyakit, ikan yang dimakan mentah atau setengah matang harus dicuci bersih-bersih. Kerusakan pada ikan ditandai dengan terjadinya perubahan warna, bau, tekstur dan terbentuknya lendir. Bakteri yang menyebabkan kerusakan ikan dipengaruhi oleh suhu penyimpanan ikan.
Susu yang diperah secara higienis dari hewan yang sehat sebetulnya mengandung kontaminan mikroba dalam jumlah yang rendah. Namun dalam perjalanan menuju tempat pengolahan lanjutan, susu mudah tercemar mikroba. Selama proses pengolahanpun ancaman kontaminasi bakteri tetap ada, terutama bila peralatan yang digunakan tidak steril. Kerusakan pada susu ditandai dengan pembentukan gas, penggumpalan, lendir, tengik, dan perubahan rasa. Penggumpalan dan pembentukan lendir pada susu disebabkan oleh bakteri dan juga terbentuknya asam pada susu.
Makanan Kalengan.
Kerusakan makanan kalengan akibat bakteri menjadikan makanan berbau busuk dan berwarna hitam.
Bagaimana mencegah pangan agar tidak rusak
1. Gunakan bahan baku yang baik.
2. Bersihkan semua alat sebelum digunakan.
3. Cuci tangan sebelum dan sesudah bekerja.
4. Masaklah pangan secara seksama dan sempurna untuk membunuh mikroorganisme yang ada di dalamnya.
5. Simpanlah pangan di tempat yang sesuai.
Selain dengan cara seperti di atas, untuk menghindari/mencegah serta menghambat pertumbuhan bakteri dalam pangan agar lrbih tahan lama dilakukan proses pengawetan pada pangan
Salah satu dari beberapa teknik pengawetan pangan adalah memberikan bahan tambahan pangan (BTP) untuk pengawetan, hal ini dilakukan dengan menambahkan suatu bahan kimia tertentu dengan jumlah tertentu yang diketahui memiliki efek mengawetkan dan aman untuk dikonsumsi manusia. Jenis dan jumlah pengawet yang diijinkan untuk digunakan telah dikaji keamanannya.
BTP digunakan dalam pangan setidaknya mempunyai lima alasan utama, yaitu:
1.
Untuk mempertahankan konsistensi produk.
Emulsifier memberikan tekstur produk berbentuk emulsi atau suspensi yang konsisten dan mencegah pemisahan fasa air dengan fasa lemak suatu emulsi atau pemisahan fasa cair dan fasa padat suatu suspensi. Penstabil dan pengental menghasilkan tekstur yang lembut dan homogen pada pangan tertentu.
Untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi.
Vitamin dan mineral yang ditambahkan ke dalam pangan seperti susu, tepung, serelia lain dan margarin untuk memperbaiki kekurangan zat tersebut dalam diet seseorang atau mengganti kehilangannya selama proses pengolahan pangan. Fortifikasi dan pengayaan pangan semacam ini telah membantu mengurangi malnutrisi dalam populasi masyarakat Amerika. Semua pangan yang mengandung nutrien yang ditambahkan harus diberi label yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara internasional atau sesuai ketentuan masing-masing negara.
Untuk mempertahankan kelezatan dan kesehatan (wholesomeness) pangan.
Pengawet menahan kerusakan pangan yang disebabkan oleh kapang, bakteria, fungi atau khamir. Kontaminasi bakteria dapat menyebabkan penyakit yang dibawa makanan (food born illness) termasuk botulism yang membahayakan kehidupan.
Antioksidan adalah pengawet yang mencegah terjadinya bau yang tidak sedap. Antioksidan juga mencegah potongan buah segar seperti apel menjadi coklat bila terkena udara.
4.
Mengembangkan atau mengatur keasaman/kebasaan pangan.
Bahan pengembang yang melepaskan asam bila dipanaskan bereaksi dengan baking soda membantu mengembangkan kue, biskuit dan roti selama proses pemanggangan. Pengatur keasaman/kebasaan membantu memodifiksi keasaman/kebasaan pangan agar diperoleh bau, rasa dan warna yang sesuai.
Untuk menguatkan rasa atau mendapatkan warna yang diinginkan.
Berbagai jenis bumbu dan penguat rasa sintetik atau alami memperkuat rasa pangan. Sebaliknya warna memperindah tampilan pangan tertentu untuk memenuhi ekspektasi konsumen.
Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan pengawet
Pengawetan pangan disamping berarti penyimpanan juga memiliki 2 (dua) maksud yaitu
(1) menghambat pembusukan dan
(2) menjamin mutu awal pangan agar tetap terjaga selama mungkin.
Penggunaan pengawet dalam produk pangan dalam prakteknya berperan sebagai antimikroba atau antioksidan atau keduanya. Jamur, bakteri dan enzim selain penyebab pembusukan pangan juga dapat menyebabkan orang menjadi sakit, untuk itu perlu dihambat pertumbuhan maupun aktivitasnya.
Jadi, selain tujuan di atas, juga untuk memelihara kesegaran dan mencegah kerusakan makanan atau bahan makanan. Beberapa pengawet yang termasuk antioksidan berfungsi mencegah makanan menjadi tengik yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dalam makanan tersebut.
Peran sebagai antioksidan akan mencegah produk pangan dari ketengikan, pencoklatan, dan perkembangan noda hitam. Antioksidan menekan reaksi yang terjadi saat pangan menyatu dengan oksigen, adanya sinar, panas, dan beberapa logam.
Siapa yang boleh menggunakan bahan tambahan pangan pengawet?
Bahan tambahan Pangan Pengawet boleh digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi pangan yang mudah rusak. Pencantuman label pada produk pangan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.
Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan.
Label pangan sekurang-kurangnya memuat :
- Nama produk
- Berat bersih atau isi bersih
- Nama dan alamat pabrik yang memproduksi atau memasukkan pangan ke wilayah Indonesia.
Pengawet makanan yang diijinkan
Pengawet yang diijinkan digunakan untuk pangan tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 722/Menkes/Per/IX/88 Tentang Bahan Tambahan Makanan, mencakup :
1. Asam Benzoat
2. Asam Propionat
3. Asam Sorbat
4. Belerang Oksida
5. Etil p-Hidroksida Benzoat
6. Kalium Benzoat
7. Kalium Bisulfit
8. Kalium Meta Bisulfit
9. Kalium Nitrat
10. Kalium Nitrit
11. Kalium Propionat
12. Kalium Sorbat
13. Kalium Sulfit 14. Kalsium benzoat
15. Kalsium Propionat
16. Kalsium Sorbat
17. Natrium Benzoat
18. Metil-p-hidroksi Benzoat
19. Natrium Bisulfit
20. Natrium Metabisulfit
21. Natrium Nitrat
22. Natrium Nitrit
23. Natrium Propionat
24. Natrium Sulfit
25. Nisin
26. Propil-p-hidroksi Benzoat
Penambahan bahan pengawet pada produk pangan menjadi bahan perhatian utama mengingat perkembangan iptek pangan menyangkut hal tersebut yang begitu cepat serta sering menimbulkan teka-teki bagi konsumen menyangkut keamanannya.
Garam atau NaCl
Telah berabad lampau digunakan hingga saat ini sebagai bahan pengawet terutama untuk daging dan ikan. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan dan mengikat air bebasnya, sehingga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir.
Produk pangan hasil pengawetan dengan garam dapat memiliki daya simpan beberapa minggu hingga bulan dibandingkan produk segarnya yang hanya tahan disimpan selama beberapa jam atau hari pada kondisi lingkungan luar.
Ikan pindang, ikan asin, telur asin dan sebagainya merupakan contoh produk pangan yang diawetkan dengan garam.
Gula atau sukrosa
Gula atau sukrosa merupakan karbohidrat berasa manis yang sering pula digunakan sebagai bahan pengawet khususnya komoditas yang telah mengalami perlakuan panas. Perendaman dalam larutan gula secara bertahap pada konsentrasi yang semakin tinggi merupakan salah satu cara pengawetan pangan dengan gula. Gula seperti halnya garam juga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir.
Dendeng, manisan basah dan atau buah kering merupakan contoh produk awet yang banyak dijual di pasaran bebas.
Cuka buah atau vinegar
Merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengawetkan daging, asyuran maupun buah-buahan. Acar timun, acar bawang putih, acar kubis (kimchee) merupakan produk pangan yang diawetkan dengan penambahan asam atau cuka buah atau vinegar.
Data pengaturan bahan pengawet dari Codex Alimetarius Commission(CAC), USA (CFR), Australia dan New Zealand (FSANZ) tercatat 58 jenis bahan pengawet yang dapat digunakan dalam produk pangan.Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 722 tahun 1988 telah mengatur sebanyak 26 jenis bahan pengawet.
Sebagai contoh, penggunaan formalin yang sering digunakan untuk mengawetkan Tahu, Mie Basah dapat menyebabkan :
- Kanker paru-paru
- Gangguan pada jantung
- Gangguan pada alat pencernaan
- Gangguan pada ginjal, dll.
- Gangguan pada kulit
- Gangguan pada otak
- Gangguan pada hati, dll
Tabel1. Pengaruh beberapa bahan pengawet terhadap kesehatan
| Bahan Pengawet | Produk Pangan | Pengaruh terhadap Kesehatan |
| Ca-benzoat | Sari buah, minuman ringan, minuman anggur manis, ikan asin | Dapat menyebabkan reaksi merugikan pada asmatis dan yang peka terhadap aspirin |
| Sulfur dioksida (SO2) | Sari buah, cider, buah kering, kacang kering, sirup, acar | Dapat menyebabkan pelukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi |
| K-nitrit | Daging kornet, daging kering, daging asin, pikel daging | Nitrit dapat mempengaruhi kemampuan sel darah untuk membawa oksigen, menyebabkan kesulitan bernafas dan sakit kepala, anemia, radang ginjal, muntah |
| Ca- / Na-propionat | Produk roti dan tepung | Migrain, kelelahan, kesulitan tidur |
| Na-metasulfat | Produk roti dan tepung | Alergi kulit |
| Asam sorbat | Produk jeruk, keju, pikel dan salad | Pelukaan kulit |
| Natamysin | Produk daging dan keju | Dapat menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan pelukaan kulit |
| K-asetat | Makanan asam | Merusak fungsi ginjal |
| BHA | Daging babi segar dan sosisnya, minyak sayur, shortening, kripik kentang, pizza beku, instant teas | Menyebabkan penyakit hati dan kanker. |
- Kemungkinan jumlah paparan bahan pengawet pada konsumen sebagai akibat mengkonsumsi produk pangan yang bersangkutan.
- Pengaruh komulatif bahan pengawet dalam diet.
- Potensi toksisitas (termasuk penyebab kanker) bahan pengawet ketika tertelan oleh manusia atau binatang.
- Pilih pengawet yang benar/yang diijinkan untuk dalam pangan serta telah terdaftar di Badan POM RI.
- Bacalah takaran penggunaannya pada penandaan/label.
- Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada label.
- Membaca dengan cermat label produk pangan yang dipilih/dibeli serta mengkonsumsinya secara cerdas produk pangan yang menggunakan bahan pengawet.
Contoh BTP Pengawet lengkap dengan penandaan dan takaran penggunaannya.
Bahan tambahan pangan diperlukan dalam kehidupan masa sekarang untuk membantu penyediaan pangan bagi umat manusia. Tanpa BTP pengawet, kerusakan pangan, biaya pangan dan kehilangan pangan karena serangga atau mikroba menjadi sangat tinggi.
Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahan pengawet pangan adalah :
- Pilih pengawet yang benar/yang diijinkan untuk digunakan dalam pangan serta telah terdaftar di Badan POM RI
- Bacalah takaran penggunaannya pada penandaan/label
- Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada label.
- Membaca dengan cermat label produk pangan yang dipilih/dibeli serta mengkonsumsinya secara cerdas produk pangan yang menggunakan bahan pengawet.
Sumber
Tagged As:
PENGAWET MAKANAN - bahan pengawet makanan - bahan pengawet - PENGARUH PENGAWET PADA MAKANAN - pengawet - bahan pengawet pada makanan - pengertian bahan pengawet - definisi bahan pengawet - bahan pengawet dalam makanan - pengawet pada makanan - Related posts:Program Studi Sarjana S1 Pendidikan Bidan Universitas Airlangga
Universitas Airlangga
Jurusan Pendidikan Bidan
Passing Grade : Tidak TersediaAkreditasi : ~
Perkiraan Jumlah SKS : 144
Alamat : 11
Telepon Program Studi : 11
Email Jurusan :
Website :
Mulai Beroperasi : 2008-03-10
Nomor SK DIKTI : 4311/J03/OT/2008
SK DIKTI Berakhir : 2010-03-10
Ketua Prodi :BAMBANG SUBAKTI ZULKARNAIN
Tampilkan Semua Jurusan Universitas Airlangga
Visi
- Menyelenggarakan Pendidikan Bidan Profesional Berbasis Metode Pembelajaran Modern Berdasarkan Moral Dan Etik
- Menyelenggarakan Penelitian Dasar Dan Terapan Di Bidang Kebidanan Yang Inovatif Untuk Menunjang Pengembangan Pendidikan Yang Unggul Dalam Upaya Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Pada Tingkat Nasional Dan Internasional
- Menerapkan Iptek Kebidanan Melalui Pengabdian Pada Masyarakat
- Mendharmabaktikan Keahlian Dalam Pelayanan Asuhan Kebidanan Kepada Masyarakat
Misi
Menjadi Program Pendidikan Sarjana Bidan (bachelor Of Midwifery/b.mid) Yang Unggul Ditingkat Nasional Dan Internasional Berorientasi Pada Kebutuhan Kesehatan Ibu Dan Anak Di Tatanan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sesuai Dengan Perkembangan Iptek Dan Moral Serta Melaksanakan Tri Dharma Pendidikan TinggiPerkiraan Biaya Kuliah (on Progress)
Pembayaran Awal Masuk / Sumbangan Pembangunan : Rp. ,-SPP : : Rp. ,-
Komposisi Dosen Pengajar
Kualifikasi Dosen Pengajar | Jumlah | |
|---|---|---|
| Magister - Pasca Sarjana | S-2 | 2 orang |
| Sarjana S1 | S-1 | 2 orang |
| Profesi | Profesi | 1 orang |
Data akan disesuaikan saat update berikutnya.
| Dosen Pengajar Pendidikan Bidan Universitas Airlangga |
|---|
| Jusuf Barakbah ,Prof. dr. |
| Siti Mutiroh Muhamad ,M.S. |
| Muhammad Dikman Angsar ,Prof. dr. |
| Atika ,S.Si |
| Muhammad Fathul Qorib ,dr. |
** (Untuk Staf Prodi Universitas Bersangkutan)
Silahkan Setor Laporan Terbaru anda ke DIKTI dengan Baik dan benar.
Kesalahan Laporan akan mengakibatkan kesalahan data
Keterlambatan Laporan mengakibatkan data tidak Up TO date.
Terimakasih.
*** Alasan Jatuh Cinta ***
Yakin dech, bahkan berani tarohan kalo' cinta ngga' pernah pandang strata, bahkan kita suka lupakan logika. Buat pacar, sahabat dan kerabat dekat, cinta itu putih. Kita ngga' bisa menggunakan angka-angka untuk urusan hati. Pahit, manis, asem, asin, semua terasa legit di lidah, kalo' sudah berurusan dengan yang namanya cinta. Pernah ngga' kamu tiba-tiba berkeringat dingin, jantung berdebar-debar, mata ngga' sanggup melihat lawan bicara, bahkan wajahpun bersemu merah, karena malu. Yup ! itu tandanya kamu sudah jatuh cinta.
" Jika cinta memanggilmu, ikutilah walau jalan berliku " Sepotong karya sastra dari Kahlil Gibran ini, mengingatkan kita bahwa semua orang didunia ngga' akan luput dari proses jatuh cinta. Semua orang akan menemukan 'N melewatinya. Potensi itu sebenarnya sudah ada sejak seseorang dilahirkan. Maka jangan heran kalo' adikmu yang masih Preschool bilang kalo' ia suka ama temannya. Hanya saja, potensi itu bakal keliatan banget saat usiamu memasuki pubertas. dalam psikologi perkembangan, masa ini dibilang sebagai masa peralihan dari kanak-kanak ke remaja. Yach ... itulah cinta, abstrak tapi dapat membuat segala sesuatu terasa lebih indah dan bermakna. Love Is Like Wind, We Cannot See It But We Can Feel It ...
Cinta pada lawan jenis. Asyiiik ! Boleh dong sekarang kita merindukan seseorang ? Berandai-andai, kapan dia datang menjemput, makan berduaan and jalan bareng. Buat kamu yang lagi jatuh hati, artikel ini cocok banget buat kamu cermati. Kita belajar bareng mengenal lebih dekat soal cinta. Kita bisa mengenali cinta, mendeteksi dari mana asalnya, bagaimana menyatakannya, sampai di mana tempat yang paling tepat buat nyatain cinta. Cinta boleh milik siapa aja, kapan aja dan dimana aja. Kalo' dipikir-pikir aneh ya. Kenapa sih kita manusia, bisa jatuh cinta. Ada bermacam-macam alasan. So' Keep On Going ... *Denita
| KEBUTUHAN BIOLOGIS Manusia itu diciptakan berpasangan, untuk saling melindungi dan menyayangi. Maka, sudah bagian dari fitrah manusia kalo' memiliki potensi untuk mencintai 'N dicintai. Dalam psikologi, cinta adalah bagian dari emosi yang secara naluri ngga' bisa dihindari. Karena itu, ia menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam artian, cinta harus direfleksikan kepada objek yang diinginkan. Singkatnya, kalo' ada orang yang lagi mencintai orang lain, maka saat itu ia sedang memenuhi kebutuhan biologisnya. BUTUH TEMAN CURHAT Kadang-kadang kamu sulit membicarakan hal-hal yang bersifat privacy. Terhadap orang tua pun, kamu sulit berterus terang. Ngga' semua anak bisa berkomunikasi dengan orang tuanya dan juga sebaliknya. Meskipun hal tersebut ngga' baik jika kamu abaikan. Bagaimanapun juga, orang tuamu adalah pendengarmu yang paling baik dan setia lho. Ngga' tahu kenapa, buat sebagian orang, ada hal-hal yang memang bikin ricuh dan malu untuk diomongin ke orang tua. Kalo' sudah gini, seseorang butuh teman yang bisa ngerti dan siap mendengarkan semua keluhan. Biasanya curhat dengan lawan jenis terasa lebih menarik ketimbang dengan sesama jenis. Kadang jawaban yang diberikan terasa lebih objektif, iya kan ? Ngga' heran kalo' banyak orang yang jatuh cinta dengan teman curhatnya. BUTUH MOTIVATOR Sifat ilmiah manusia adalah merasakan suka dan duka. Karena itu manusia selalu butuh motivator dalam keadaan apapun. Kalo' lagi senang, ia butuh motivasi berupa apresiasi, sebaliknya kalo' lagi sedih ia butuh motivasi berupa nasehat-nasehat yang bisa bikin ia lupa dengan dukanya. Seseorang pasti akan sangat senang kalo' didampingi oleh orang-orang yang selalu memotivasinya. Apalagi kalo' motivasi itu berasal dari orang yang disukainya. Survey membuktikan bahwa motivasi dapat membangun prestasi belajar dan bekerja. BUTUH PERHATIAN Siapa sich yang ngga' butuh perhatian ? bahkan orang cuek sekalipun akan membutuhkan perhatian. Manusia sebagai mahluk sosial haus perhatian. Seseorang akan merasa dihargai keberadaannya ketika ia dihargai oleh orang-orang disekelilingnya.Ngga' beda dengan motivasi, perhatian juga bisa membangun pola pikir dan laku seseorang supaya menjadi lebih baik. So, alangkah senangnya orang yang kita cintai memperhatikan kita. Rasanya beda dech ! | SUDAH BERUMUR TAPI BELUM PACARAN Usia juga ternyata bisa mempengaruhi seseorang jatuh cinta. Memang semua orang tidak akan pernah luput dari rasa cinta tapi tidak semua orang juga dapat merefleksikan cinta tersebut. Ada sebagian orang yang baru bisa merefleksikan cintanya disaat usianya sudah mendekati 'limit' alias berumur. Makanya doi biasanya agak tergesa-gesa dalam menentukan pilihan. Hati-hati, bisa-bisa salah pilih tuch !! Tapi sudah bagian dari fitrah manusia kalo' mereka punya potensi untuk mencintai dan dicintai. Kata Victor Hugo, kebahagiaan yang tertinggi adalah pengakuan kalo' kita dicintai. CINTA ITU KEBUTUHAN Percaya ngga' kalo' cinta itu kebutuhan ? jangan salah loh, cinta itu memang termasuk kebutuhan. Cinta itu bagian dari emosi yang secara alamiah ngga' bisa dihindari. Karena posisinya itu, cinta jadi kebutuhan yang mesti dipenuhi. Makanya, Abraham Maslow memasukkan cinta ke dalam hirarki kebutuhan manusia. Maslow juga bilang, jika kebutuhan ini ngga' dipenuhi maka kamu akan merasakan kesepian yang beigtu mendalam. Pada akhirnya kamu juga yang rugi karena hubungan sosialmu ngga' bagus. Kalo' sudah gitu bisa ditebak khan, hidup kamu ngga' ada artinya bukan ? TIDAK DAPAT HIDUP SENDIRI Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dengan tujuan agar keduanya saling mengenal, menyayangi dan saling menolong. Keduanya pun punya tugas yang sama, yaitu melestarikan kehidupan meskipun ada perbedaan peran dalam keduanya. Nah, peran inilah yang bisa ngejadiin keduanya ngejalanin fungsinya sebagai mahluk sosial. Papa 'N Mama misalnya, karena mereka memiliki peran yang berbeda maka keluargamu bisa hidup dengan baik. Kebayang kan, kalo' keduanya tidak saling ngebantu, wow ... rumahmu ngga' akan tenteram. Nah manusia bisa saling mengenal, menyayangi 'N menolong, Tuhan memberikan potensi kepada laki-laki dan perempuan rasa cinta. Dan rasa cinta ini pula yang akan membantu laki-laki dan perempuan untuk melestarikan keturunan agar kehidupan harus terus berlanjut. Mulia kan tugas keduanya. Coba kalo' keduanya saling bermusuhan, ehm ... bisa-bisa ngga' ada kehidupan. That's Why, laki-laki 'N perempuan ngga' bisa hidup terpisah. So, sudah sewajarnya kalo' laki-laki 'N perempuan saling jatuh cinta. |






