Dukungan Fans Timnas Jadi Modal Kuat
Antusiasme luar biasa para pecinta timnas ini terlihat dalam latihan yang digelar Senin (27/12) sore tadi. Sebelum latihan yang mulai digelar pukul 16:00 WIB ini, ratusan warga sudah memadati sisi luar lapangan timnas, Senayan Jakarta. Meski hanya bisa menonton dari luar pagar, mereka tidak pernah beranjak sedikitpun hingga latihan selesai pada pukul 17:30 WIB.
Teriakan kepada pemain yang bergerak mendekati pinggir lapangan ramai terdengar. Bahkan sekelompok anak – anak menyanyikan lagu “Garuda Di Dadaku” di atas atap gudang lapangan timnas sepanjang latihan.
Kondisi ini benar – benar membuat pelatih Alfred Riedl takjub. Ini merupakan pengalaman pertama baginya menghadapi dukungan luar biasa seperti fans Indonesia.
"Saya pernah lama melatih di Vietnam, tapi tidak seperti ini. Suporter di Vietnam juga sangat banyak, tapi belum pernah melihat yang seperti ini. Ketika kami di airport, ada ratusan orang mendukung. Ketika kami latihan juga ratusan mendukung," kata Alfred Riedl.
Dukungan ini diyakini Alfred bakal membuat pemainnya lebih termotivasi menghadapi leg-2 final AFF Suzuki Cup 2010. Apalagi, Riedl sendiri mengaku kondisi mental pemainnya tidak down seperti yang dikhawatirkan banyak orang.
“ Mental para pemain cukup baik. Mereka mampu bangkit dengan cepat. Fokus kami menghadapi pertandingan lawan Malaysia adalah bagaimana bisa mencetak gol, cepat atau lambat. Jangan dulu berpikir skor pertandingan, cukup fokus untuk mencetak gol,” papar Riedl.
Jika Firman Utina dkk mampu mencetak gol, Riedl yakin akan menaikkan moral bertanding untuk kembali menambah gol. Selain itu, pria asal Austria ini juga berharap anak asuhnya mengurangi beberapa kesalahan individu seperti di Kuala Lumpur. (asp)
Alfred Riedl Asah Finishing Touch Timnas
Seperti kebiasaan pelatih Alfred Riedl usai timnas melakoni pertandingan, ia membagi 22 pemain menjadi dua bagian. Pertama, adalah pemain yang menjadi starter pada pertandingan lawan Malaysia, tim kedua adalah pemain yang duduk di bangku cadangan maupun pemain pengganti.
Firman Utina cs yang menjadi starter, hanya berlatih ringan selama lima belas menit. Tidak ada aktifitas menendang bola. Mereka hanya melakukan permainan dengan melempar bola kepada sesame kawannya. Setelah itu, mereka langsung duduk di pinggir lapangan menyaksikan rekan – rekan yang lainnya berlatih.
Sebaliknya dengan pemain yang menghuni bangku cadangan, justru mendapat menu latihan yang cukup kompleks. Awalnya, Irfan Bachdim cs diberi latihan organisasi permainan dalam menyerang. Mereka diminta memanfaatkan lebar lapangan dalam membongkar pertahanan lawan. Setelah itu, Riedl juga meminta para pemain tersebut untuk melakukan aksi wall-pass dengan diakhiri tendangan ke arah gawang untuk meningkatkan kualitas penyelesaian akhir.
Di luar dua kelompok tersebut, tiga pemain justru berlatih terpisah karena cedera. Mereka adalah Markus Harison, Okto Maniani dan Yongki Aribowo. Ketiganya hanya melakukan jogging didampingi fisioterapis Matias Ibo dan Yanizard.
“ Yongki tidak bisa bermain pada laga final kedua. Sedangkan Markus masih kita lihat kondisinya. Jika ia tidak bisa main, maka Fery Rotinsulu akan mengemban tugas sebagai kiper utama,” kata Alfred Riedl usai latihan.
Dalam sesi latihan ini, Ketua Umum PSSI H.A.M. Nurdin Halid menyempatkan diri untuk menyaksikan timnas latihan hingga selesai. Timnas akan kembali berlatih pada hari Selasa (28/12) di lapangan timnas mulai pukul 08:00 WIB. Sedianya latihan ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun, karena rumput lapangan masih dalam perawatan, lokasi latihan pun dipindahkan ke Lapangan timnas, Senayan. (asp)
SBY Minta Suporter Indonesia Tetap Sportif
Pada menit ke-55, pertandingan pun sempat dihentikan akibat gangguan sinar laser sudah terlalu berlebihan. Tak lama kemudian, pertandingan kembali dilanjutkan dan Firman Utina dkk malah tampil di bawah form. Tiga gol pun bersarang ke gawang Markus Harison pasca dihentikannya pertandingan tadi.
Meski mengaku ada gangguan dari sinar laser, pelatih Alfred Riedl tidak terlalu menjadikannya sebagai alas an kekalahan. Ia justru menyoroti kelengahan dan kesalahan individu beberapa pemainnya. Inilah uang ingin dicari penyebabnya oleh Riedl agar tidak terulang pada laga kedua.
Dari kubu lawan, pelatih Malaysia Rajagobal tak mau sepenuhnya menyalahkan pendukung Malaysia atas beberapa serangan sinar laser dalam laga final pertama tersebut.
"Untuk laser, kita tidak tahu. Bisa saja itu datang dari pendukung Malaysia dan bisa juga dari penyokong Indonesia," ungkap Rajagopal, usai pertandingan.
Meski begitu, dari keterangan beberapa supporter Indonesia, paling tidak ada lima titik sinar laser yang terus memburu pergerakan Markus Harison dan pemain Indonesia yang mengambil bola mati. Fotografer pssi-football.com pun sempat menangkap gambar supporter Malaysia yang menembakkan laser dari tribun penonton.
Sementara itu, presiden SBY dan Menegpora Andi Mallarangeng pun saling berkomunikasi terkait masalah laser ini. SBY bahkan meminta Andi Mallarengeng untuk melakukan protes atas tindakan tersebut.
Namun, dengan bijak SBY meminta kepada pecinta sepakbola Indonesia untuk tidak membalas tindakan serupa saat Indonesia menjadi tuan rumah pada laga kedua final di SUGBK, Rabu (29/12). SBY menghimbau dukungan maksimal semua pihak agar timnas mampu meraih kemenangan besar di laga kedua.
"Saya ingin suporter Indonesia jangan ikut-ikutan menyorot pemain lawan dengan laser. Mari kita jadi bangsa sportif," kata SBY.
Masih Ada Peluang Di Jakarta
“ Kami akan berusaha tampil lebih agresif di laga kedua. Peluang mungkin hanya 5-10 persen, namun untuk bisa menang 3-0 di waktu 90 menit masih terbuka,” ungkap Alfred Riedl.
Indonesia memang butuh kemenangan dengan selisih empat gol untuk bisa merebut gelar juara. Minimal skor adalah 3-0, untuk sekedar menyamakan agregat gol. Kalaupun menang dengan skor 4-1 atau 5-2, otomatis Malaysia yang keluar sebagai juara.
Pada laga final kedua di Jakarta, Riedl ingin menekankan pada konsentrasi pemain yang seperti hilang saat laga perdana di Stadion Bukit Jalil. Beberapa saat usai pertandingan, Riedl bahkan masih kebingungan dengan penampilan anak asuhnya, terutama di lini belakang yang sangat rapuh setepah tercipta gol pertama Malaysia.
"Ini bukan soal laser, tetapi kesalahan individual dari satu pemain. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan pemain setelah gol pertama, tetapi itu titik baliknya. Saya akan mendiskusikan itu dengan pemain besok," tambahnya.
“ Gol pertama menjadi titik balik bagi kami. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan pertahanan setelah itu. Terlalu banyak kesalahan individu pemain yang menyebabkan dua gol tambahan terjadi dengan mudah,” kata Riedl.
Alfred Riedl ingin mendiskusikan hal ini dengan para pemain saat tiba di Jakarta. Ia ingin para pemain menyadari kelemahannya dan segera bangkit menyongsong leg kedua. Riedl pun berharap dukungan semua pihak agar mendukung program kepelatihannya bersama timnas dengan tidak terlalu menganggu waktu dan istirahat pemain.







0 komentar:
Posting Komentar